Home News 5 Fakta Kiper Persela Choirul Huda, Pesan Terakhirnya Bikin Semua Orang Terkejut

5 Fakta Kiper Persela Choirul Huda, Pesan Terakhirnya Bikin Semua Orang Terkejut

1096
SHARE
Foto : Bola.com

Cocotbodol.com – Dunia sepak bola tanah air kembali berduka dengan meninggalnya kiper berbakat Persela Lamongan, Choirul Huda. Dia meninggal saat melawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Minggu (15/10/2017). Kejadian yang menimpa dirinya memang mengejutkan banyak orang, karena tidak ada yang menyangka Choirul Huda meninggal dunia saat bermain sepak bola.

Choirul Huda menjadi salah satu pemain sepak bola paling di hormati di Indonesia. Dia begitu loyal membela klub tercintanya, dan sudah membela Persela Lamongan saat berkutat di Divisi 2 sampai akhirnya promosi ke Divisi 1 pada musim 2004. Berkat dirinya, Persela berhasil mengikuti kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang sempat menjadi kasta tertinggi dunia sepak bola Indonesia sejak musik 2008.

Sekarang karir Choirul Huda telah berakhir, dan namanya akan selalu dikenang oleh fans Persela Lamogan sampai kapanpun. Dibalik perjuangannya, tersimpan banyak cerita dan fakta. Nah untuk mengetahuinya, silahkan simak informasi cocotbodol.com yang dilansir dari berbagai sumber.

etik-detik Kiper Persela Choirul Huda

Detik-detik Kiper Persela Choirul Huda Terkapar di Lapangan Sampai Meninggal. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un CocotBodol.com – Dunia sepak bola tanah air kembali berduka, salah satu pemain terbaik Indonesia sekaligus kapten dati tim Persela Lamongan menghembuskan nafas terakhirnya ketika membela timnya. Dalam melakoni pertandingan melawan Semen Padang di stadion Susrajaya.Mulanya pertandingan berjalan sangat seru, kedua tim saling menyerang. Namun dipenghujung tambahan waktu babak pertama sebuah insiden terjadi. Dimana kiper Choirul Anwar bertabrakan dengan rekan setimnya untuk menyelamatkan gawangnya.Berita Selengkapnya : https://goo.gl/y5ksPz

Dikirim oleh Cocot Bodol pada 15 Oktober 2017

1. Choirul Huda meninggal setelah mengalami benturan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues dan penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento. Setelah mengalami benturan, dia langsung tidak sadarkan diri dan dibawa ke RSUD dr Soegiri Lamongan untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga :  6 Tempat Ekstrim Yang Tetap Menjadi Pemukiman Warga Setempat

2. Saat di bawah ke RSUD dr Soegiri Lamongan, Choirul Huda masih bernafas. Namun nasib berkata lain, dia akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 5 sore. Setelah diperika oleh dokter, rupanya penyebab kematian Choirul Huda adalah trauma benturan yang membuat dirinya henti napas dan henti jantung.

3. Sebelum laga antara Persela Lamongan melawan Semen Padang berlangsung, Choirul Huda sempat meminta kaos kaki dan perlengkap lain yang serba baru ke pada bagian perlengkapan tim Persela. Inilah permintaan terakhir Chorul Huda. Tidak ada orang yang memiliki firasat akan ditinggal oleh Choirul Hunda. Namun semuanya sudah menjadi takdir dan tidak ada orang yang bisa melawan kematian.

4. Semasa hidupnya, Choirul Huda hanya bermain di klub Persela Lamongan, dan telah membelanya sejak tahun 1999. Dia disebut-sebut sebagai legenda Persela Lamongan dan tercatat telah menjalani 454 pertandingan bersama tim Laskar Joko Tingkir tersebut.

5. Choirul Huda meninggal dunia pada umur 38 Tahun. Dia lahir di Kabupatan Lamongan pada 2 Juni 1979. Almarhum memiliki berat badan 78 kg dan tinggi 1.81 meter, sehingga sangat ideal menjadi seorang penjaga gawang.

Komentar