Home News Akibat Musim Kemarau 139 Hektar Lahan Pertanian di Jawa Barat Gagal Panen

Akibat Musim Kemarau 139 Hektar Lahan Pertanian di Jawa Barat Gagal Panen

710
SHARE
Petani di Kabupaten Bandung gagal tanam akibat kemarau panjang
Petani di Kabupaten Bandung gagal tanam akibat kemarau panjang | Foto : Detik.com

Cocotbodol.com – Musim kemarau panjang tahun ini menyebabkan 139 Hektar lahan pertanian di Jawa Barat gagal panen. Pemprov Jawa Barat memastikan kekeringan yang dialami tak akan berdampak pada pasokan beras.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengungkapkan bahwa lahan yang gagal panen ini relatif minim jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Semisal pada tahun 2015, gagal panen mencapai ribuan hektar.

“Kalau sekarang hanya 139 hektare saja. Ini sedikit dibandingkan tahun sebelumnya mencapai ribuan hektare. Jadi tidak signifikan,” ungkap Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, Rabu (13/9/17).

Menurutnya dari total 139 hektar, mayoritas lahan yang gagal panen terletak di Kabupaten Indramayu. Kemudian untuk sisanya tersebar di beberapa wilayah Jawa Barat.

“Dari total 139 hektare, 135 hektarenya berada di Indramayu. Empat hektare sisanya ada di beberapa tempat. Tentu ini sedikit,” ungkapnya

Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melaporkan kondisi kekeringan yang dialami ke pemerintah pusat. Ahmad Heryawan telah melakukan rapat koordinasi dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Selasa (12/9/17). Hasil rapat memerintahkan Pemprov Jawa Barat melakukan antisipasi agar kekeringan ini tak berdampak luas.

“Kita laporkan ke pemerintah pusat, biasanya suka ada bantuan. Berupa pompa untuk lahan pertanian,” ungkap Ahmad Heryawan

Petani Di Cianjur
Petani Di Cianjur | Foto: jabar.pojoksatu.id

Sementara itu kemarau panjang juga mengancam gagal panen di sebagian kecil wilayah Kecamatan Gekbrong, Cianjur. Kepala Balai Pengembangan Budidaya Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPBTPH) Kecamatan Gekbrong, Yayat Duriat menyatakan bahwa hanya sebagian kecil areal sawah yang terancam gagal panen.

Tercatat dari total 1135 Hektar lahan pertanian di Kecamatan Gekbrong, hanya 5 hektar yang tercancam gagal panen yaitu di kampung Cimaja, Desa Cikahuripan.

“Sebagian besar saat terjadi kemarau para petani sudah berhasil memanen padinya jadi mereka tidak mengalami gagal panen. Meski demikian mereka saat ini belum berani mengolah sawahnya karena masih kesulitan untuk mendapatkan air,”  ungkap Yayat Duriat (12/09/17)

Untuk mengantisipasi terjadi gagal panen di area Kampung Cimaja, Desa Cikahuripan, pihak BPBTPH melakukan upaya penyedotan air dari kubangan bekas tambang pasir.

“Sementara ini kami berupaya menyedot air dari kubangan bekas tambang pasir, dengan menggunakan mesin penyedot air yang telah disipkan pemerintah,” tuturnya

Komentar

Baca Juga :  50 Orang Terkaya di Indonesia, No.1 Hartanya Rp 436,05 Triliun