Home News Awas, Menurut PVMBG Ini Jadinya Jika Gunung Agung Meletus

Awas, Menurut PVMBG Ini Jadinya Jika Gunung Agung Meletus

826
SHARE
Gunung Agung
Gunung Agung | Foto : Flickr/Darren Willman, CC BY-NC

Cocotbodol.com – Setelah ditingkatkannya status menjadi waspada beberapa hari yang lalu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah meningkatkan status Gunung Agung menjadi Awas pada Jumat (22/9/2017) kemarin tepatnya pada jam 20.30 WITa.

Meningkatnya aktivitas Gunung Agung di Bali ini menjadi Awas tentu saja membuat para penduduk disekitar begitu resah, terlebih lagi Gunung Agung ini sebelumnya belum pernah meletus. Sehingga hal ini cukup membuat warga begitu panik.

Bahkan berdasarkan situs Magma Indonesia dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) padi tadi 23/9/2017 tepatnya pukul 06.17 WITa, peneliti PVMBG Martonto juga merangkum peningkatan status aktivitas Gunung Agung di Bali dari level III (Siaga) ke level IV (Awas).

Disamping itu, munculnya kabar meningkatnya status Gunung Agung yang memiliki tinggi 3.142 Mdpl ini juga membuat PVMBG mengelurkan rangkuman yang menyebutkan setidaknya ada 6 potensi bencana yang akan dialami Wilayah sekitar Gunung Agung jika untuk pertama kalinya selam 50 tahun Gungung itu meletus.  Apa saja itu, berikut rangkumannya.

Status Gugung Agung Menjadi Awas
Status Gugung Agung Menjadi Awas | Foto : KOMPAS.com

1. Menurut PVMBG, diketahui jika sejarak aktivitas erupsi Gunung Agung dicirikan dengan adanya erupsi-erupsi yang bersifat eksplosif dan efusif dengan pusat kegiatan di Gunung Agung yang tentunya terdapat di dalam Kawah Gunung Agung.

2. Akan menimbulkan ancaman berupa bahaya aliran piroklastik (Awan Panas) dan juga aliran lava yang akan berada pada sektor lereng Gunung Agung. Terutama berada di daerah aliran sungai Tukad Tulamben, Tukad Daya, Tukad Celagi yang berhulu di area bukaan kawah. Kemudian pada sektor tenggara terutama di daerah aliran Sungai Tukad Bumbung, dan pada sektor selatan-barat daya terutama di daerah Pati, Tukad Panglan, dan Tukad Jabah.

3. Hasil pemodelan potensi sebaran abu vulkanik di udara mengindikasikan jika erupsi terjadi dalam waktu dekat makan abu vulkanik tersebut dapat tersebat jauh sekiranya ke arah barat laut dari puncah Gunung Agung.

4. Hasil pemodelan potensi aliran piroklastik (awan panas) dengan asumsi bahwa letusan pembuka memiliki volume letusan 10 juta meter kubik. Dan aliran piroklastik tersebut diklaim akan dapat dapat berpotensi meluncur ke sektor utara-timur laut, tenggara, dan selatan-barat daya dengan jangkauan yang mampu mencapai kisaran 10 Km. Dan itu terjadi dalam waktu yang sangat singkat yang diperkiraan hanya kurang dari 3 menit.

5. Berdasarkan sejarah, jika terjadi letusan Gunung Agung seperti pada tahun 1963, makan bisa jadi potensi bahaya yang akan terjadi dapat berupa lontaran piroklastik  yang merupakan bom vulkanik atau batu panas, hujan abu, aliran piroklastika, aliran lava, hingga banjir lahar.

6. Kemudian hasil pemodelan potensi sebaran hujan abu menunjukkan bahwa jika Gunung Agung meletus maka akan terjadi letusan dengan asumsi indeks eksplosivitas letusan VEI III, maka sektor barat, barat laut serta utara dari Gunung Agung adalah sektor yang paling terancam.

Nah itulah bebrapa ancaman yang akan terjadi jika Gunung Agung di Bali benar-benar meletus. Jadi PVMBG menghimbau agar sementara waktu penduduk sekitar diharuskan mengungsi dengan jarak yang cukup jauh.

Komentar

Baca Juga :  Honda Verza Mengalami Kenaikan Penjualan, Bahkan Mampu Melampaui Honda CB150R Dalam Angka Penjualannya