Home News Menteri Kesehatan : Obat PCC Menyebabkan Gangguan Kepribadian dan Disorientasi

Menteri Kesehatan : Obat PCC Menyebabkan Gangguan Kepribadian dan Disorientasi

908
SHARE
Obat PCC
Obat PCC | Foto : google.com

Cocotbodol.com – Menteri Kesehatan, Professor Nila Moeloek, SpM(K) angkat bicara seputar kejadian penyalahgunaan obat PCC atau Paracetamol Cafein Carisoprodol yang terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara (14/9/17). Menkes mengatakan bahwa obat PCC dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan seperti disorientasi dan gangguan kepribadian.

Menurut Data Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara, saat ini terdaftar 60 korban penyalahgunaan obat PCC. Kadinkes Sulawesi Tenggara, dr Asrum Tombili menyatakan semua korban dirawat di 3 Rumah Sakit berbeda. 46 orang dirawat di RSJ Kendari, 9 orang di RS Kota Kendari dan sisanya 5 orang di RS Provinsi Bahteramas.

Penyalahgunaan obat PCC di Kendari
Penyalahgunaan obat PCC di Kendari | Foto: detik.com

Saat ini 32 korban mendapatkan pengobatan rawat jalan, 25 korban rawat inap dan 3 lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Kendari. Korban meninggal adalah salah seorang siswa kelas 6 Sekolah Dasar. Korban dilaporkan meninggal setelah mengalami halusinasi.

“Pasien yang dirawat berusia antara 15-22 tahun mengalami gangguan kepribadian dan gangguan disorientasi, sebagian datang dalam kondisi delirium setelah menggunakan obat berbentuk tablet berwarna putih bertulisan PCC dengan kandungan obat belum diketahui,” ungkap Menkes, Professor Nila Moeloek, SpM(K) dalam siaran pers, Kamis (14/9/17).

Menteri Kesehatan berharap supaya Badan Narkotika Nasional (BNN) segera melakukan identifikasi terhadap kandungan obat PCC. Selain itu Ia juga menginginkan agar BNN menetapkan status zat yang terkandung dalam obat PCC kedalam kelompok adiktif.

“Obat-obatan terlarang dan zat adiktif sangat membahayakan dan merugikan remaja sebagai asset masa depan bangsa. Maka, jika ini terbukti zat psikotropika, Kemenkes mengingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap NAPZA yang mengganggu kesehatan. Kami juga berharap agar BNN menginvestigasi secepatnya,” tegas Professor Nila Moeloek, SpM(K)

Bidang Kementrian Kesehatan memang memegang peranan yang krusial dalam pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif (NAPZA). Peranan penting ini diwujudkan dalam upaya Promotif, Preventif, Terapi dan Rehabilitasi.

Baca Juga :  Jadwal Lengkap Liga Champion 2017/2018, Big Match Dortmund vs Real Madrid

Peraturan dalam undang undang juga sudah jelas yang tercantum dalam Undang-Undang No. 35/2009 tentang Narkotika dan Permenkes No. 41 tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Selain itu peraturan lain yang berkaitan diantaranya Undang-Undang No. 44/2009 tentang Rumah Sakit dan Undang-Undang No. 18/2014 tentang Kesehatan Jiwa.

Komentar