Home News Misteri Kematian Johannes Marliem, Saksi Kunci Kasus Korupsi e-KTP Yang Merugikan Negara...

Misteri Kematian Johannes Marliem, Saksi Kunci Kasus Korupsi e-KTP Yang Merugikan Negara Rp 2,3 Triliun

794
SHARE
Tewas di Los Angeles, AS Karena Bunuh Diri
Tewas di Los Angeles, AS Karena Bunuh Diri|Foto:Twitter Johannes Marliem

Cocotbodol.com – Indonesia kembali dihebohkan dengan berita kematian Johannes Marliem. Ia merupakan sebuah pengusaha sukses yang menjadi saksi kunci kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 Triliun. Kasus e-KTP memang menjadi kasus korupsi terbesar yang sedang ditangani oleh KPK. Banyak nama-nama yang tersandung oleh kasus tersebut.

Dikutip dari halaman Tempo, Johannes Marliem memiliki jabatan sebagai Direktur Biomorf Lone LCC Amerika Serikat. Perusahaan Biomorf Loce LCC inilah yang menyediakan pemasok alat pengenal sidik jari alias automated fingerprint identification system (AFIS) ke konsorsium penggarap proyek besar e-KTP. Dari sanalah para penyidik KPK menemukan banyak bukti rekaman dan aliran dana e-KTP kepada DPR dan para pejabat Kemendagri.

Johannes Marliem juga diduga memiliki rekaman percakapan sebesar 500 GB. Yang diantaranya terdapat rekaman percakapan dengan ketua DPR RI Setya Novanto. Rekaman inilah yang akan menjadi bukti kuat pada persidangan kasus korupsi e-KTP. Kabar kematian Johannes Marliem sontak memunculkan banyak spekulasi.

Diduga Tewas di AS Karena Keterlibatannya di Kasus Korupsi e-KTP

Diduga Tewas di AS Karena Keterlibatannya di Kasus Korupsi e-KTP
Diduga Tewas di AS Karena Keterlibatannya di Kasus Korupsi e-KTP|Foto:Facebook/@JohannesMarliem

Dilansir dari halaman Detik, Johannes Marliem dalam proyek e-KTP ini diduga mendapatkan keuntungan sebesar USD 14.880.000 atau sekitar Rp 25.242.546.892. Keterlibatannya dalam kasus ini, membuat beberapa dugaan kematiannya disebabkan karena kasus ini.

Pada sebuah berita di Tempo, Johannes Marliem memang mengatakan secara jelas bahwa ia memiliki seluruh pembicaraan dengan orang-orang yang terlibat pada proyek e-KTP. Marliem juga mengatakan bahwa ia memiliki bukti-bukti keterkaitan orang dengan kasus korupsi e-KTP. Bahkan secara tegas Johannes Marliem menantang dengan kata ” Mau Jerat Siapa Lagi ?, saya punya buktinya”.

Tewas di Los Angeles, AS Karena Bunuh Diri

Tewas di Los Angeles, AS Karena Bunuh Diri
Tewas di Los Angeles, AS Karena Bunuh Diri|Foto:Twitter Johannes Marliem

Johannes Marliem tewas di rumahnya yang terletak di Los Angeles, AS. Diduga Marliem bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri. Pada saat kejadian kawasan sekitar rumahnya itu ditutup pada jam 05.00. Petugas LAPD juga menduga bahwa ada seorang anak dan seorang wanita yang berada dalam rumah bersama seorang pria. Lalu lewat negosiasi, wanita dan anaknya tersebut dibawa keluar oleh laki-laki tersebut pada jam 07.30 malam. Setelah itu, laki-laki tersebut ditemukan tewas dirumahnya pada jam 02.00 hari kamis dini hari. Dari penelusuran yang dilakukan, laki-laki yang tewas tersebut adalah Johannes Marliem.

Baca Juga :  Misteri Ilmu Pengobatan Sangkal Putung, Yang Sangat Sakti dan Terkenal Di Masyarakat

Dikawasan Rumahnya Sempat Terjadi Baku Tembak

Dikawasan Rumahnya Sempat Terjadi Baku Tembak
Dikawasan Rumahnya Sempat Terjadi Baku Tembak|Foto:Facebook/@JohannesMarliem

Kabar kematian Johannes Marliem tidak hanya menghebohkan publik Indonesia saja. Melainkan juga menghebohkan publik Los Angeles. Pasalnya, saat kematiannya tersebut tejadi sebuah insiden penembakan di lingkungan rumah yang ia sewa. Insiden penembakan tersebut bahkan tidak hanya melibatkan polisi setempat melainkan juga melibatkan FBI dan CIA.

Lokasi penembakan sendiri berada di rumah milik Tamme McCauley yang merupakan mertua dari aktor ternama Joseph Gordon Levitt. Dalam kejadian tersebut, polisi mengeluarkan banyak tembakan hal ini dilakukan untuk mempertahankan diri. Dalam insiden tersebut, pelaku penembakan ditemukan tewas di rumah mewah itu. Disisi lainnya, tidak ada keterangan soal penyebab kematian Johannes Marliem yang tidak tinggal jauh dari lokasi penembakan.

Komentar