Home News Penghina Iriana Jokowi Berstatus Mahasiswa, Polisi Ungkap Kelompok Khusus Pembuat Ujaran Kebencian

Penghina Iriana Jokowi Berstatus Mahasiswa, Polisi Ungkap Kelompok Khusus Pembuat Ujaran Kebencian

544
SHARE
Polisi ungkap kasus penghina Ibu Negara Iriana Jokowi
Polisi ungkap kasus penghina Ibu Negara Iriana Jokowi | Foto : liputan6.com

Cocotbodol.com – Dodik Ikhwanto terduga pelaku penyebar ujaran kebencian di Instagram terhadap Ibu Negara Iriana Jokowi ditaham di Polretabes Banding dan mengaku beraksi sendiri. Polisi sendiri mensinyalir penghinaan kepada Ibu Negara dilakukan secara berkelompok. Dodik Ikhwanto sendiri diketahui berstatus sebagai Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Bandung.

“Pengakuan tersangka kemarin, dia bekerja sendiri. Namun demikian, penyidik sedang memeriksa apa ada keterlibatan pihak lain,” ungkap Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo, Rabu (13/9/17).

Polisi masih menelisik foto Iriana yang diunggah Dodik ke akun Instagramnya, @warga_biasa. Polisi menduga foto tersebut didapat Dodik dari orang lain dan hingga kini masih ditelusuri sumbernya.

“Tentunya untuk foto sangat mudah untuk didapatkan. Namun demikian, asal sumbernya foto yang di-upload dapat dari mana itu yang akan kita dalami dan akan diperiksa,” ungkap Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo, Rabu (13/9/17)

Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo
Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo | Foto : Detik.com

Sampai saat ini Dodik masih diperiksa secara Intensif dan bersikap kooperatif. Dodik mengakui memang ada kelompok khusus yang membuat ujaran kebencian, demikian ungkap Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Yoris Maulana.

“Dia mengakui yang seperti dia (pembuat ujaran kebencian) ada kelompok khusus. Ini nanti kita akan kita dalami lagi,” ungkap Yoris.

Status Mahasiswa Dodik terungkap dari keterangan langsung Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto (12/9/17). Irjen Setyo Wasisto menyesalkan masih ada pihak yang menyebarkan konten SARA dan kebencian di media sosial. Dia berharap masyarakat Indonesia lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

“(Statusnya) mahasiswa, lagi sekolah di Bandung. Lahir tahun 1996. Sekarang ditahan di Polrestabes Bandung. Berharap penangkapan (tersangka) DI menjadi pelajaran bagi netizen-netizen lainnya agar lebih bijaksana memanfaatkan media sosial, dengan tidak menyebarkan ujaran kebencian dan penghinaan. Tentunya kita harapkan ada perubahan masyarakat enggak upload ujaran kebencian yang tidak layak,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Jakarta (12/9/17)

Komentar

Baca Juga :  Manchester City Bakal Bajak Messi, Aguero: Uang Bukan Masalah Bagi Tim